Content Writing dan Copywriting: Apa bedanya?

birudeun.id, 4 Agustus 2023 – Dalam era digital yang semakin berkembang ini, dua jenis penulisan yang sering digunakan dalam strategi pemasaran digital adalah content writing dan copywriting.

Meskipun content writing dan copywriting terdengar serupa, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar dalam tujuan, gaya, dan strategi.

Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan apa saja perbedaan utama antara content writing dan copywriting.

Baca juga: Copywriting: Aspek Vital dalam Bisnis Digital

Tujuan Penulisan

Salah satu perbedaan paling mencolok adalah tujuan dari kedua jenis penulisan tersebut. Content writing bertujuan untuk memberikan informasi, mendidik, atau menghibur pembaca. Content writer membuat konten yang lebih panjang, lebih mendalam, dan digunakan untuk membangun otoritas dan hubungan dengan audiens. Sebagai contoh, artikel blog, panduan, dan konten media sosial adalah beberapa bentuk dari content writing.

Di sisi lain, copywriting bertujuan untuk menginspirasi tindakan tertentu dari pembaca. Hal ini lebih berorientasi pada pemasaran dan penjualan. Copywriting digunakan untuk menarik perhatian, menggugah minat, dan mendorong pembaca untuk melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk, mendaftar newsletter, atau menghubungi perusahaan. Iklan, slogan, dan teks penjualan adalah contoh dari copywriting.

Gaya Penulisan

Content writing dan copywriting juga memiliki perbedaan dalam gaya penulisan. Content writing cenderung lebih santai, informatif, dan fokus pada memberikan nilai kepada pembaca. Konten tersebut sering mengandung data, fakta, dan pendapat yang didukung oleh referensi yang kuat. Gayanya lebih ramah dan berbobot untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada pembaca.

Sebaliknya, copywriting menggunakan gaya yang lebih persuasif dan persuasif. Tujuan utamanya adalah untuk membuat pembaca terpengaruh dan bertindak. Teks copywriting seringkali singkat, padat, dan memiliki elemen emosional yang kuat. Penggunaan kalimat yang menarik, kekuatan kata-kata, dan teknik psikologis sering digunakan untuk mengaitkan pembaca dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Fokus pada Call-to-Action (CTA)

Perbedaan lainnya terletak pada penggunaan Call-to-Action (CTA). Dalam copywriting, CTA ditempatkan dengan jelas dan tegas untuk mengarahkan pembaca melakukan tindakan tertentu segera, seperti “Beli Sekarang,” “Daftar Gratis,” atau “Hubungi Kami.” CTA ini dirancang untuk mempengaruhi pembaca secara emosional dan mendorong mereka melakukan tindakan yang diinginkan.

Di sisi lain, content writing cenderung menggunakan CTA yang lebih halus dan lebih tidak langsung. Tujuan CTA dalam content writing adalah untuk mendorong pembaca untuk tetap terlibat dengan konten lebih lanjut, seperti “Baca Selengkapnya,” “Pelajari Lebih Lanjut,” atau “Bagikan Artikel Ini.”

Dalam kesimpulan, meskipun content writing dan copywriting sama-sama menulis, keduanya memiliki tujuan yang berbeda dan gaya penulisan yang unik.

Content writing bertujuan untuk memberikan informasi yang berharga, sementara copywriting bertujuan untuk menginspirasi tindakan.

Penting untuk memahami perbedaan ini agar dapat memilih pendekatan yang tepat dalam strategi pemasaran digital dan menghasilkan konten yang efektif untuk audiens yang dituju melalui content writing maupun copywriting.

*) Penulis adalah siswa SMKN 8 Malang

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *